Zona @ Last (Trilogi Zona #3) 
"Konyol! Ini nasihat paling janggal yang pernah kuterima."
"Masalahnya, aku sudah tahu seperti apa rasanya kehilangan perempuan yang benar-benar kita inginkan. Satu-satunya yang bisa kita lakukan hanya menunggu waktu bekerja."
"Lalu, berapa lama dukun waktu akhirnya berhasil menyembuhkanmu?"
"Siapa bilang aku sudah melupakan cewek itu? Yang pasti, aku mulai bisa memikirkannya tanpa terlalu sakit hati lagi. Manfaatkanlah lukamu, Zona. Eksploitasi saja rasa sakitmu. Lukislah dia dalam versi yang sejuta tahun lebih tua. Bikin matanya delapan, bikin mulutnya sebesar gua, bikin kakinya lima… Jangan lupa traktir aku kalau lukisanmu itu laku!"
Zona yang tampan tapi selengekan merasa hidupnya berakhir saat tsunami melandanya. Cacat fisik, kehilangan gadis impian dan pekerjaan, membuat Zona merasa kehilangan harapan untuk bahagia. Di sisi lain ada Nora, gadis ceria yang jatuh cinta pada Zona. Apakah Nora berhasil mengobati hati Zona? Akankah Nora mampu menunggu sampai Zona menemukan lagi arah hidupnya?
Zona @ Last berkisah tentang cinta, kehilangan, rindu-dendam, persahabatan, juga hubungan antarsaudara yang kocak dan manis, walau terkadang sinis. Zona @ Last merupakan kelanjutan Zona @ Tsunami dan "benang merah" seri Zona, Perang Bintang. Ketiga novel ini masing-masing utuh dan berdiri sendiri, tapi jelas lebih asyik kalau dibaca berurutan.
Zona @Last -- 3/5Berhasil baca buku ini gara-gara minum coffee latte dalam botol yang berakhir dengan nggak tidur semalaman. Shit, saya menyesal. Alurnya terlalu cepat, dan iya, karakter si mutia ini seakan-akan dia wanita yang tersisa di muka bumi, minimal buat si kembar ari dan zona.Di novel ini aku paling suka bagian interaksi zona dan ari. Kembar yang punya kemampuan telepati. Karakter Zona yang selengekan, jadi lebih kompleks dan benar, dia layak mengunjungi psikiater, :p... setelah musibah
2,5* Orang-orang harusnya mengerti bahwa tak semua yang terluka pasti butuh ditemani - hal 329 Mungkin kita membutuhkan kesunyian untuk meresapi sebuah lukaMungkin kita membutuhkan keramaian untuk menghindari sebuah lukaMungkin kita membutuhkan sebuah pelukan untuk menyelimuti sebuah lukaApapun itu semuanya memerlukan sesuatu yang disebut waktukatanya time will healeverything, berasa basi yah? Tapi gw yakin ada suatu saat yang bikin kita akhirnya mau percaya sama kata2 basi itu, tapi sebelumnya

ini diaaaa!udah lama ku tunggu utk membaca trilogi terakhir serial zona.ceritanyaaa.. masih sedih, kocak, ngocol.. semua deh!tp aku penasaran bgtpas baca alamat e-mail tokoh2nya:Zona: zona_dwipe@yippie.comAri: ari_ekape@yippie.comMutia: little_pearl@yippie.comFairuz: fairy_fai@yippie.comtau apa yg kocak?yupz, @yippie!hahaha plesetan dari yahoo yach?
Penceritaan dari sudut pandang Zona kerasa banget real-nya. Jadi ikut-ikutan ngerasa pahit dan sakit hati sedalam-dalamnya gara-gara ditinggal Mutia kawin. Sinisnya Zona juaraaa. Menurut gue, Dewie Sekar itu salah satu penulis yang sukses membawakan sudut pandang orang pertama karakter laki-laki.
Zona, masih trauma dengan kehilangan tangan kanannya, menganggap dirinya cacat dan tidak dapat menerima keadaan. Walaupun ia pergi ke Paris untuk kuliah lagi, namun ia merasa dirinya tak mampu, terlebih dengan adanya kendala bahasa. Akhirnya Zona memutuskan untuk kembali ke Jakarta mengikuti Wina dan Nora, teman baru yang ia temui di Paris. Ternyata tidak hanya itu, Nora yang cantik dan blak-blakan ternyata menyimpan perasaan lebih terhadap Zona. Sedangkan Zona masih memikirkan mengenai cinta
Dewie Sekar
Paperback | Pages: 349 pages Rating: 3.41 | 381 Users | 44 Reviews

Mention About Books Zona @ Last (Trilogi Zona #3)
| Title | : | Zona @ Last (Trilogi Zona #3) |
| Author | : | Dewie Sekar |
| Book Format | : | Paperback |
| Book Edition | : | Deluxe Edition |
| Pages | : | Pages: 349 pages |
| Published | : | September 2006 by PT Gramedia Pustaka Utama |
| Categories | : | Romance. Novels. Asian Literature. Indonesian Literature. Fiction. Womens Fiction. Chick Lit |
Rendition In Pursuance Of Books Zona @ Last (Trilogi Zona #3)
"Hidup tetap berjalan biarpun perasaanmu pernah dirontokkan perempuan, Zona. Tapi nikmati saja rasa sakit hatimu, kalau memang maumu begitu….""Konyol! Ini nasihat paling janggal yang pernah kuterima."
"Masalahnya, aku sudah tahu seperti apa rasanya kehilangan perempuan yang benar-benar kita inginkan. Satu-satunya yang bisa kita lakukan hanya menunggu waktu bekerja."
"Lalu, berapa lama dukun waktu akhirnya berhasil menyembuhkanmu?"
"Siapa bilang aku sudah melupakan cewek itu? Yang pasti, aku mulai bisa memikirkannya tanpa terlalu sakit hati lagi. Manfaatkanlah lukamu, Zona. Eksploitasi saja rasa sakitmu. Lukislah dia dalam versi yang sejuta tahun lebih tua. Bikin matanya delapan, bikin mulutnya sebesar gua, bikin kakinya lima… Jangan lupa traktir aku kalau lukisanmu itu laku!"
Zona yang tampan tapi selengekan merasa hidupnya berakhir saat tsunami melandanya. Cacat fisik, kehilangan gadis impian dan pekerjaan, membuat Zona merasa kehilangan harapan untuk bahagia. Di sisi lain ada Nora, gadis ceria yang jatuh cinta pada Zona. Apakah Nora berhasil mengobati hati Zona? Akankah Nora mampu menunggu sampai Zona menemukan lagi arah hidupnya?
Zona @ Last berkisah tentang cinta, kehilangan, rindu-dendam, persahabatan, juga hubungan antarsaudara yang kocak dan manis, walau terkadang sinis. Zona @ Last merupakan kelanjutan Zona @ Tsunami dan "benang merah" seri Zona, Perang Bintang. Ketiga novel ini masing-masing utuh dan berdiri sendiri, tapi jelas lebih asyik kalau dibaca berurutan.
List Books In Favor Of Zona @ Last (Trilogi Zona #3)
| Original Title: | Zona @ Last |
| ISBN: | 9792223770 (ISBN13: 9789792223774) |
| Edition Language: | Indonesian URL http://www.gramediapustakautama.com/buku-detail/82932/Zona---Last |
| Series: | Trilogi Zona #3 |
Rating About Books Zona @ Last (Trilogi Zona #3)
Ratings: 3.41 From 381 Users | 44 ReviewsJudge About Books Zona @ Last (Trilogi Zona #3)
Gara-gara penasaran dengan Metropop, akhirnya buku ini gw baca juga. Dan bener2 butuh perjuangan buat ngabisin buku ini, halaman pertama, kedua, bab satu..masih bisa dibilang menarik, trus baca lagi sampai bab tiga..dan akhirnya cuma dibaca cepet, trus loncat sampai bab terakhir. Wah..bener2 no idea ini buku ngomongin apa,mungkin bakal lebih better kalau gw udah baca first,second part dari trilogi nya sebelum baca yg ini (baru ngeh setelah lihat coment2 di goodreads) Meutia disebut2 dari awalZona @Last -- 3/5Berhasil baca buku ini gara-gara minum coffee latte dalam botol yang berakhir dengan nggak tidur semalaman. Shit, saya menyesal. Alurnya terlalu cepat, dan iya, karakter si mutia ini seakan-akan dia wanita yang tersisa di muka bumi, minimal buat si kembar ari dan zona.Di novel ini aku paling suka bagian interaksi zona dan ari. Kembar yang punya kemampuan telepati. Karakter Zona yang selengekan, jadi lebih kompleks dan benar, dia layak mengunjungi psikiater, :p... setelah musibah
2,5* Orang-orang harusnya mengerti bahwa tak semua yang terluka pasti butuh ditemani - hal 329 Mungkin kita membutuhkan kesunyian untuk meresapi sebuah lukaMungkin kita membutuhkan keramaian untuk menghindari sebuah lukaMungkin kita membutuhkan sebuah pelukan untuk menyelimuti sebuah lukaApapun itu semuanya memerlukan sesuatu yang disebut waktukatanya time will healeverything, berasa basi yah? Tapi gw yakin ada suatu saat yang bikin kita akhirnya mau percaya sama kata2 basi itu, tapi sebelumnya

ini diaaaa!udah lama ku tunggu utk membaca trilogi terakhir serial zona.ceritanyaaa.. masih sedih, kocak, ngocol.. semua deh!tp aku penasaran bgtpas baca alamat e-mail tokoh2nya:Zona: zona_dwipe@yippie.comAri: ari_ekape@yippie.comMutia: little_pearl@yippie.comFairuz: fairy_fai@yippie.comtau apa yg kocak?yupz, @yippie!hahaha plesetan dari yahoo yach?
Penceritaan dari sudut pandang Zona kerasa banget real-nya. Jadi ikut-ikutan ngerasa pahit dan sakit hati sedalam-dalamnya gara-gara ditinggal Mutia kawin. Sinisnya Zona juaraaa. Menurut gue, Dewie Sekar itu salah satu penulis yang sukses membawakan sudut pandang orang pertama karakter laki-laki.
Zona, masih trauma dengan kehilangan tangan kanannya, menganggap dirinya cacat dan tidak dapat menerima keadaan. Walaupun ia pergi ke Paris untuk kuliah lagi, namun ia merasa dirinya tak mampu, terlebih dengan adanya kendala bahasa. Akhirnya Zona memutuskan untuk kembali ke Jakarta mengikuti Wina dan Nora, teman baru yang ia temui di Paris. Ternyata tidak hanya itu, Nora yang cantik dan blak-blakan ternyata menyimpan perasaan lebih terhadap Zona. Sedangkan Zona masih memikirkan mengenai cinta


0 Comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.