Menuju(h) 
Kadang, kau menantinya, menunggu kedatangannya. Tak jarang, kau memaki, mengutuk kepergiannya.
Namun, ia masih mengiringimu, menyetia dalam diam.
Begitulah cinta seperti seharusnya. Seperti hari-hari yang menampung keluh kesah, membangun keabadian, mencipta sejarah dalam kenangan.
Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu.
Ia menyetia. Menyertamu dalam luka, juga bahagia.
|Menuju(h) adalah kolaborasi tujuh penulis muda, berbagi cerita tentang hari-hari yang menyetia|
Saya mengalami trauma membaca kumpulan cerpen banyak orang yang dijadikan buku semenjak membaca Cerita Sahabat 2: Asmara Dini Hari. Setelah mengeluarkan uang untuk membaca kumcer yang kurang dari setengah ceritanya yang bagus itu (dan kayak nggak ada editornya dan hanya mengandalkan selebtweet dan nama mbak Alberthiene Endah dan...--ah sudahlah, lupakan. Kita nggak lagi membahas buku itu) saya agak trauma membaca kumcer. Takut dikecewakan. Persis lah kayak orang yang baru patah hati setelah
"Hari mempunyai sistem pergantian yang teratur sehingga tak pernah merasa sesak karena ditinggalkan." // Seninku selingkuh & Seninmu keselingi // Cerita ini menceritakan tentang seorang lelaki yang bernama Dimas; ia mengaku bahwa ia adalah womanizer tapi sama sekali tidak mau disebut playboy. Karena, ia telah mempunyai kekasih yang telah berhubungan dengannya selama empat tahun, yaitu Fala. Dimas sering berhubungan dengan perempuan-perempuan lain karena Dimas dan Fala berpacaran jarak jauh.

lovely
Di luar kisah-kisah yang disajikan, saya suka cover, layout, juga kata pengantar Windy Ariestanty di buku ini. Dan terpikir, "Harusnya Windy turut menulis salah satu kisah di buku ini." :)Diferensiasi selalu bernilai lebih. Pun berlaku untuk kumpulan cerita pendek. Menujuh(h) memilih pembagian konsep kisah berdasar tujuh hari dalam seminggu. Sejujurnya dalam proses pembacaan, saya tak terlalu merasakan tujuh hari itu menjadi ruh utama dalam setiap kisah. Lalu, mengapa bintang empat untuk buku
i love "Selasa" part because it has different feel than the others, deeper and darker. all of the story themselves are fine, entertaining, and enough as your travel friend.
Biasanya saya lebih suka membaca kompilasi cerpen dari penulis yang sama, atau novel sekalian karena dengan begitu, saya tahu apa yang akan saya baca, dan saya harapkan dari satu penulis tersebut. Dengan adanya banyak penulis berkontribusi dengan berbagai cerita, biasanya saya akan suka dengan beberapa dan tidak suka dengan sisanya. Sangat jarang saya akan jatuh cinta dengan keseluruhan buku karena gaya tulis maupun tema cerita sudah jelas akan sangat berbeda satu sama lain.Buku ini jatuh ke
Aan Syafrani
Mass Market Paperback | Pages: 260 pages Rating: 3.53 | 268 Users | 61 Reviews

List Books Conducive To Menuju(h)
| Edition Language: | Indonesian URL http://gagasmedia.net/component/content/article/35-buku-baru/1185-menujuh.html |
Rendition Concering Books Menuju(h)
Ia mengiringimu, menyetia dalam diam.Kadang, kau menantinya, menunggu kedatangannya. Tak jarang, kau memaki, mengutuk kepergiannya.
Namun, ia masih mengiringimu, menyetia dalam diam.
Begitulah cinta seperti seharusnya. Seperti hari-hari yang menampung keluh kesah, membangun keabadian, mencipta sejarah dalam kenangan.
Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu.
Ia menyetia. Menyertamu dalam luka, juga bahagia.
|Menuju(h) adalah kolaborasi tujuh penulis muda, berbagi cerita tentang hari-hari yang menyetia|
Declare Of Books Menuju(h)
| Title | : | Menuju(h) |
| Author | : | Aan Syafrani |
| Book Format | : | Mass Market Paperback |
| Book Edition | : | Anniversary Edition |
| Pages | : | Pages: 260 pages |
| Published | : | October 2012 by Gagas Media |
| Categories | : | Romance. Asian Literature. Indonesian Literature. Short Stories. Fiction |
Rating Of Books Menuju(h)
Ratings: 3.53 From 268 Users | 61 ReviewsCrit Of Books Menuju(h)
Konsepnya unik, setiap penulis membuat dua cerita pendek yang mengangkat tema tentang hari tertentu. Ada yang ceritanya saling timbal balik (dari sudut pandang 2 tokoh yang saling berinteraksi), ada pula yang membuat cerita yang sama sekali tidak berkaitan.Yang paling berkesan buatku cerita hari Kamis. Penulisnya hebat deh, bikin aku terkaget-kaget di akhir cerita, meskipun awalnya aku rada nggak mudeng. Nggak nyangka aja gitu. Sedikit frontal dan cerdas. Mengangkat sisi lain dari suatu masalahSaya mengalami trauma membaca kumpulan cerpen banyak orang yang dijadikan buku semenjak membaca Cerita Sahabat 2: Asmara Dini Hari. Setelah mengeluarkan uang untuk membaca kumcer yang kurang dari setengah ceritanya yang bagus itu (dan kayak nggak ada editornya dan hanya mengandalkan selebtweet dan nama mbak Alberthiene Endah dan...--ah sudahlah, lupakan. Kita nggak lagi membahas buku itu) saya agak trauma membaca kumcer. Takut dikecewakan. Persis lah kayak orang yang baru patah hati setelah
"Hari mempunyai sistem pergantian yang teratur sehingga tak pernah merasa sesak karena ditinggalkan." // Seninku selingkuh & Seninmu keselingi // Cerita ini menceritakan tentang seorang lelaki yang bernama Dimas; ia mengaku bahwa ia adalah womanizer tapi sama sekali tidak mau disebut playboy. Karena, ia telah mempunyai kekasih yang telah berhubungan dengannya selama empat tahun, yaitu Fala. Dimas sering berhubungan dengan perempuan-perempuan lain karena Dimas dan Fala berpacaran jarak jauh.

lovely
Di luar kisah-kisah yang disajikan, saya suka cover, layout, juga kata pengantar Windy Ariestanty di buku ini. Dan terpikir, "Harusnya Windy turut menulis salah satu kisah di buku ini." :)Diferensiasi selalu bernilai lebih. Pun berlaku untuk kumpulan cerita pendek. Menujuh(h) memilih pembagian konsep kisah berdasar tujuh hari dalam seminggu. Sejujurnya dalam proses pembacaan, saya tak terlalu merasakan tujuh hari itu menjadi ruh utama dalam setiap kisah. Lalu, mengapa bintang empat untuk buku
i love "Selasa" part because it has different feel than the others, deeper and darker. all of the story themselves are fine, entertaining, and enough as your travel friend.
Biasanya saya lebih suka membaca kompilasi cerpen dari penulis yang sama, atau novel sekalian karena dengan begitu, saya tahu apa yang akan saya baca, dan saya harapkan dari satu penulis tersebut. Dengan adanya banyak penulis berkontribusi dengan berbagai cerita, biasanya saya akan suka dengan beberapa dan tidak suka dengan sisanya. Sangat jarang saya akan jatuh cinta dengan keseluruhan buku karena gaya tulis maupun tema cerita sudah jelas akan sangat berbeda satu sama lain.Buku ini jatuh ke


0 Comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.